Dosen : Ayuningtyas, S.Kom.,M.MT.,- MOS
Dokumentasi Perancanaan Proyek.
Perencanaan proyek adalah celah pertama pada langkah–langkah, sumber daya, dana dan jadwal yang diinginkan untuk menyelesaikan proyek. Dokumen internal : dokumen ini tidak perlu ditunjukkan kepada pemakai,terutama bagian eksternal.
Seperti yang ada pada resum saya yang pertama,yang menyebutkan Dokumen adalah suatu catatan yang dapat dibuktikan atau dijadikan bukti dalam suatu masalah atau persoalan.
sedangkan Perencanaan adalah sebuah proses itteratif; rencana akan secara ditinjau secara konstan sebagai proyek yang sedang berlangsung dan seperti yang kita hadapi didalam pengetahuan sehari-hari didalam berorganisasi. Yang mana didalam perencanaan bagaimanapun kita merencanakan suatu rencana alamlah yang menentukan. karena bagaimanapun juga ketidak pastian adalah musuh semua rencana, termasuk rencana proyek.
Perencanaan proyek ada 6 diantaranya yaitu :
* Pengantar
* Proposal
* Keterbatasan Sistem (Constraint)
* Estimasi
* Procedures
* References
Yang mana Pengantar di dropdown menjadi beberapa, diantaranya yaitu :
* — Deskripsi Masalah
* — Deskripsi lingkungan masalah
* — Tujuan client, organisasi dan sistem
* — Solusi dan ruang lingkupnya
Kalau dropdown Proposal yaitu :
* — Fungsi yang diberikan pada solusi yang sudah diajukan
* — Strategi umum untuk pengembangan solusi
* — Peran penggunaan dan perangkat keras pada solusi
* — Keuntungan dan kerugian solusi tersebut
Sedangkan kalau Keterbatasan Sistem (Constraint) didropdown menjadi :
* — Prioritas customer
* — Profil penggunaan
* — Usia pengharapan produk
* — Pra-syarat kinerja
* — Pra-syarat kendala
* — Solusi alternative
* — Solusi feasible
* — Ketersediaan pada lingkungan penggunaan
Estimasi kalau didropdownkan, yaitu :
* — Jadwal
* — Staf dan organisasi
* — Budget
* — Analisa cost
* — Analisa resiko
* — Dok. Yang diberikan
* — Perangkat lunak yang diperlukan
* — Fasilitas dan perangkat keras yang dibutuhkan.
Procedur kalau didropdownkan yaitu :
* — Model proses
* — Metodologi dan notasi
* — Standarisasi dan jaminan kualitas
* — Accountability monitoring
* — Kendali produk
* — Data pengujian dan sumber data
* — Criteria akseptansi dan metode pembayaran
References kl didropdown menjadi :
* — Dokumentasi yang digunakan dalam pengembangan
* — Kamus istilah
* — Kontrak yang diajukan
Dokumentasi Spesifikasi
Analis sistem menggunakan berbagai alat untuk mendokumentaskanpenemuan mmereka pada saat menganalisis sistem. Dokumen tersebut dikenal sebagai dokumen spesifikasi kebutuhan sistem (System Requirement Specification / SRS).
Dokumentasi Spesifikasi Disain ada 5, diantaranya :
* Pendahuluan
* Deskripsi umum
* Spesifikasi kebutuhan
* Disain secara detail
* Referensi
Adapun dari struktur diatas di dropdown seperti berikut :
Dokumen Pengembangan Sistem.
Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
Perlunya Pengembangan Sistem
Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena
beberapa hal :
1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di system yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
-Ketidak beresan atau kejanggelan di dalam sistem yang lama
Ketidak beresan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
- Pertumbuhan organisasi
Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat,perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.
2.Untuk meraih kesempatan-kesempatan
Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.
3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah
Sumber Klik disini !!
Siklus Hidup Pengembangan Sistem.
Bila dalam operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul permasalahan-permasalahan yang tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke proses yang pertama. Siklus ini disebut dengan Siklus Hidup suatu Sistem.
Siklus Hidup Pengembangan Sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai system informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan system informasi.
Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase,
yaitu :
a. Perencanaan sistem
b. Analisis sistem
c. Perancangan sistem secara umum / konseptual
d. Evaluasi dan seleksi sistem
e. Perancangan sistem secara detail
f. Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi sistem
g. Pemeliharaan / Perawatan Sistem
Keenam fase siklus hidup pengembangan sistem ini dapat digambarkan
seperti pada Gambar di bawah ini.
Fase Perencanaan Sistem
Dalam fase perencanaan sistem :
• Dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan system informasi baru yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemakai informasi.
• Proyek sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan.
• Sumber daya baru direncanakan untuk, dan dana disediakan untuk mendukung pengembangan sistem.
Selama fase perencanaan sistem, dipertimbangkan :
• faktor-faktor kelayakan (feasibility factors) yang berkaitan dengan kemungkinan berhasilnya sistem informasi yang dikembangkan dan digunakan,
• faktor-faktor strategis (strategic factors) yang berkaitan dengan pendukung sistem informasi dari sasaran bisnis dipertimbangkan untuk setiap proyek yang diusulkan. Nilai-nilai yang dihasilkan dievaluasi untuk menentukan proyek sistem mana yang akan menerima prioritas yang tertinggi. Suatu sistem yang diusulkan harus layak, yaitu sistem ini harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :
- Kelayakan teknis untuk melihat apakah sistem yang diusulkan dapat dikembangkan dan diimplementasikan dengan menggunakan teknologi yang ada atau apakah teknologi yang baru dibutuhkan.
- Kelayakan ekonomis untuk melihat apakah dana yang tersedia cukup untuk mendukung estimasi biaya untuk sistem yang diusulkan.
- Kelayakan legal untuk melihat apakah ada konflik antara sistem yang sedang dipertimbangkan dengan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan kewajibannya secara legal.
- Kelayakan operasional untuk melihat apakah prosedur dan keahlian pegawai yang ada cukup untuk mengoperasikan sistem yang diusulkan atau apakah diperlukan penambahan/pengurangan prosedur dan keahlian.
- Kelayakan rencana berarti bahwa sistem yang diusulkan harus telah beroperasi dalam waktu yang telah ditetapkan. Selain layak, proyek sistem yang diusulkan harus mendukung faktor-faktor
strategis,seperti
Produktivitas mengukur jumlah output yang dihasilkan oleh input yang tersedia. Tujuan produktivitas adalah mengurangi atau menghilangkan biaya tambahan yang tidak berarti. Produktivitas ini dapat diukur dengan rasio antara biaya yang dikeluarkan dengan jumlah unit yang dihasilkan.
* Diferensiasi mengukur bagaimana suatu perusahaan dapat menawarkan produk atau pelayanan yang sangat berbeda dengan produk dan pelayanan dari saingannya. Diferensiasi dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas, variasi, penanganan khusus, pelayanan yang lebih cepat, dan biaya yang lebih rendah.
* Manajemen melihat bagaimana sistem informasi menyediakan informasi untuk menolong manajer dalam merencanakan, mengendalikan dan membuat keputusan. Manajemen ini dapat dilihat dengan adanya laporanlaporan tentang efisiensi produktivitas setiap hari.
Sumber Klik Disini !!
0 komentar:
Posting Komentar